Edukasi

tekstur mpasi menurut who

Okky Aprilia

Tekstur Mpasi Sesuai Rekomendasi WHO untuk Pertumbuhan Optimal Bayi

Halo selamat datang di “rsubidadari.co.id”. Perkenalkan, nama saya (masukkan nama Anda) selaku penulis artikel yang berfokus pada pembahasan tekstur makanan pendamping ASI (MPASI) sesuai dengan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Melalui artikel ini, Anda akan memperoleh pemahaman komprehensif tentang tahapan tekstur MPASI yang tepat berdasarkan usia bayi, sekaligus memahami kelebihan dan kekurangan dari setiap teksturnya. Semoga informasi yang disajikan dapat menjadi panduan berharga bagi Anda dalam memberikan nutrisi terbaik untuk si kecil.

Pendahuluan

Memberikan MPASI pada bayi merupakan salah satu tonggak perkembangan yang penting. WHO merekomendasikan pemberian MPASI secara bertahap mulai usia 6 bulan, sebagai pelengkap ASI yang menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi. Tekstur MPASI memainkan peran krusial dalam mendukung perkembangan motorik oral, keterampilan mengunyah, dan pencernaan bayi. WHO telah menetapkan panduan tekstur MPASI yang komprehensif untuk memastikan pemberian makanan yang aman dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan bayi.

Pemberian MPASI dengan tekstur yang tepat tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan fisik bayi, tetapi juga dapat membantu mencegah gangguan pencernaan, alergi makanan, dan masalah kesehatan lainnya. Dengan memahami rekomendasi WHO tentang tekstur MPASI, orang tua dapat memberikan makanan yang memenuhi kebutuhan nutrisi dan perkembangan bayi secara optimal.

Mengenal Tahapan Tekstur MPASI WHO

WHO membagi tahapan tekstur MPASI menjadi 4 kategori utama, yaitu:

  1. Tekstur Halus (Pure)
  2. Tekstur Semi Lunak (Mash)
  3. Tekstur Lunak (Soft)
  4. Tekstur Padat (Firm)

Setiap tahapan tekstur disesuaikan dengan kemampuan perkembangan motorik oral dan keterampilan mengunyah bayi pada usia tertentu. Berikut penjelasan lebih detail tentang setiap tahapannya:

Tekstur Halus (Pure)

Tekstur pure direkomendasikan untuk bayi berusia 6-8 bulan, saat pertama kali memulai MPASI. Pure merupakan makanan yang dihaluskan hingga lembut dan tidak memiliki tekstur kasar. Tekstur ini mudah ditelan bayi dan tidak memerlukan keterampilan mengunyah.

Baca Juga :  Puasa: Sebuah Eksplorasi Bahasa

Contoh makanan dengan tekstur pure antara lain: buah-buahan dan sayuran yang dikukus, daging ayam atau ikan yang diblender, dan bubur sereal instan.

Kelebihan Tekstur Halus

Tekstur halus memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

  • Mudah ditelan oleh bayi
  • Tidak memerlukan keterampilan mengunyah
  • Cocok untuk bayi yang baru memulai MPASI atau memiliki kesulitan mengunyah

Kekurangan Tekstur Halus

Selain kelebihan, tekstur halus juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  • Kurang stimulasi untuk perkembangan motorik oral dan keterampilan mengunyah
  • Berpotensi menyebabkan konstipasi karena kurang serat
  • Kurang mengenalkan variasi tekstur dan rasa pada bayi

Tekstur Semi Lunak (Mash)

Tekstur semi lunak direkomendasikan untuk bayi berusia 8-10 bulan. Tekstur ini lebih kental dari pure, tetapi masih cukup lembut untuk ditelan dan tidak memerlukan banyak keterampilan mengunyah. Tekstur semi lunak diperkenalkan untuk melatih kemampuan mengunyah bayi secara bertahap.

Contoh makanan dengan tekstur semi lunak antara lain: bubur sereal yang lebih kental, sayuran kukus yang dihaluskan kasar, dan buah-buahan yang dilumatkan dengan garpu.

Kelebihan Tekstur Semi Lunak

Tekstur semi lunak memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

  • Melatih kemampuan mengunyah bayi secara bertahap
  • Mengandung lebih banyak serat dibandingkan tekstur pure
  • Membantu mengenalkan variasi rasa dan tekstur pada bayi

Kekurangan Tekstur Semi Lunak

Selain kelebihan, tekstur semi lunak juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  • Masih belum cukup padat untuk melatih keterampilan mengunyah secara optimal
  • Berpotensi menyebabkan tersedak jika bayi belum siap
  • Kurang variasi dibandingkan tekstur yang lebih padat

Tekstur Lunak (Soft)

Tekstur lunak direkomendasikan untuk bayi berusia 10-12 bulan. Tekstur ini lebih padat dari semi lunak, tetapi masih dapat dikunyah dengan mudah oleh bayi. Tekstur lunak membantu mengembangkan keterampilan mengunyah bayi secara lebih lanjut dan mempersiapkan mereka untuk makanan padat.

Baca Juga :  Mandi Setelah Makan Menurut Pandangan Islam: Tradisi atau Keharusan?

Contoh makanan dengan tekstur lunak antara lain: nasi tim, potongan buah atau sayuran yang lembut, dan daging ayam atau ikan yang dicincang halus.

Kelebihan Tekstur Lunak

Tekstur lunak memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

  • Melatih keterampilan mengunyah bayi secara lebih optimal
  • Mengandung lebih banyak variasi rasa dan tekstur
  • Membantu mempersiapkan bayi untuk makanan padat

Kekurangan Tekstur Lunak

Selain kelebihan, tekstur lunak juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  • Berpotensi menyebabkan tersedak jika bayi belum siap
  • Masih belum cukup padat untuk melatih keterampilan mengunyah secara sempurna
  • Kurang variasi dibandingkan tekstur padat

Tekstur Padat (Firm)

Tekstur padat direkomendasikan untuk bayi berusia 12 bulan ke atas. Tekstur ini mirip dengan makanan orang dewasa, tetapi masih mudah dikunyah oleh bayi. Tekstur padat membantu mengembangkan keterampilan mengunyah bayi secara maksimal dan mempersiapkan mereka untuk makanan keluarga.

Contoh makanan dengan tekstur padat antara lain: nasi, roti, potongan buah atau sayuran yang keras, dan daging ayam atau ikan yang dipotong kecil.

Kelebihan Tekstur Padat

Tekstur padat memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

  • Melatih keterampilan mengunyah bayi secara sempurna
  • Mengandung variasi rasa dan tekstur yang lengkap
  • Mempersiapkan bayi untuk makanan keluarga

Kekurangan Tekstur Padat

Selain kelebihan, tekstur padat juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  • Berpotensi menyebabkan tersedak jika bayi belum siap
  • Membutuhkan gigi yang cukup kuat untuk mengunyah
  • Kurang cocok untuk bayi dengan kesulitan mengunyah
Tabel Tekstur MPASI Rekomendasi WHO
Usia Bayi Tekstur MPASI Contoh Makanan
6-8 Bulan Halus (Pure) Bubur sereal instan, buah kukus yang diblender
8-10 Bulan Semi Lunak (Mash) Bubur sereal lebih kental, sayuran kukus yang dihaluskan kasar
10-12 Bulan Lunak (Soft) Nasi tim, potongan buah atau sayuran yang lembut, daging ayam atau ikan yang dicincang
12 Bulan ke Atas Padat (Firm) Nasi, roti, potongan buah atau sayuran yang keras, daging ayam atau ikan yang dipotong kecil
Baca Juga :  Batas Usia Hamil Menurut Islam, Apa Saja Ketentuannya?

FAQ

  • Mengapa tekstur MPASI penting?

    Tekstur MPASI penting karena dapat mempengaruhi perkembangan motorik oral, keterampilan mengunyah, dan pencernaan bayi.

  • Kapan waktu yang tepat untuk memperkenalkan tekstur yang lebih padat?

    Waktu yang tepat untuk memperkenalkan tekstur yang lebih padat adalah ketika bayi menunjukkan tanda-tanda kesiapan, seperti mampu duduk tegak, meraih makanan, dan mengunyah dengan baik.

  • Apa saja tanda-tanda bayi belum siap untuk tekstur yang lebih padat?

    Tanda-tanda bayi belum siap untuk tekstur yang lebih padat meliputi tersedak, menolak makanan, dan kesulitan mengunyah.

  • Bagaimana cara melatih keterampilan mengunyah bayi?

    Keterampilan mengunyah bayi dapat dilatih dengan memberikan makanan yang secara bertahap lebih padat dan dengan memberi kesempatan pada bayi untuk mengeksplorasi makanan dengan mulutnya.

  • Apa saja risiko memberikan MPASI dengan tekstur yang tidak sesuai dengan usia bayi?

    Memberikan MPASI dengan tekstur yang tidak sesuai dengan usia bayi dapat meningkatkan risiko tersedak, gangguan pencernaan,

Baca Juga